Jumat, 08 Mei 2009

Yesus bukan orang yunani yang menghalalkan daging BABI

Rupanya sudah menjadi kebiasaan para penulis Alkitab untuk merubah, menambah atau mengurangi kata-kata ayat-ayat dalam Alkitab. Dan kebiasaan ini juga menjangkiti para penulis Alkitab Indonesia sendiri.

Mari perhatikan :
Dalam Alkitab yang diterbitkan tahun 1968 bunyi kitab Imamat 11:7 sbb :
"Demikian juga Babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu."

Sedangkan pada Alkitab yang diterbitkan tahun 1979 berbunyi :
"Demikian juga Babi Hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu."

Walaupun menurut orang Kristen, ayat ini sudah dimansukh (dihapus) oleh Perjanjian Baru, tetapi adalah suatu kecurangan apabila ayat tersebut ditambah atau dikurangi.

Manakah yang benar antara babi dan babi hutan ?

Sebab dua kata itu maknanya berbeda, Jika hanya kata "Babi" berarti dijaman Musa Babi apa saja hukumnya haram dimakan. Tetapi apabila yang diharamkan itu hanya "babi hutan", maka babi piaraan tidak haram. Atau mungkin saja nanti bisa diganti dengan kata "Babi Mars", "Babi jupiter", sehingga pengertiannya "Babi yang ada dibumi halal dimakan" dimasa Musa.

Umat Kristen berpendapat bahwa Babi haram hanya untuk yahudi tapi tidak untuk para pengikut yesus dengan alasan Yesus datang membawa hukum baru. Menurutnya Saya hal diatas adalah pendapat tidak berdasar dan SANGAT PERLU DIKAJI ULANG.

Kita semua sudah mengetahuinya, bahwa Yesus diutus Allah tidak membawa hukum/peraturan baru bagi umatnya, Beliau hanya sebagai penerus dari hukum Taurat yang sudah mulai diabaikan oleh Bani Israil pada saat itu.

Dalam Injil karangan Matius 5:17-19 :
"janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk merombak Hukum Taurat atau Kitab Para Nabi. Aku datang bukan untuk merombaknya, melainkan untuk menggenapinya. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu: selama langit dan bumi belum lenyap, satu titik pun sekali-kali TIDAK AKAN DIHAPUS DARI ISI HUKUM TAURAT itu sampai semuanya terjadi. Karena itu barang siapa yang menghapus salah satu perintah Hukum Taurat meskipun yang paling kecil, dan mengajarkannya kepada orang lain, ia akan menduduki tempat paling rendah dalam Kerajaan Sorga"

Apa maksud sabda Yesus tsb?
Yesus sebagai Nabi yang membenarkan Hukum Taurat. Sebagaimana Muhammad membenarkan Taurat & Injil (Nabi Isa). Yesus tidak membawa hukum baru, Yesus tidak berani menghapus "satu kalimat Taurat yang mengharamkan babi" benar! Bagaimana mungkin menghapus satu titik saja tidak berani apalagi satu faham/ajaran/syariat Taurat.

Karena Yesus adalah penganut ajaran Nabi Musa sebagai salah satu kaum Bani Israil Jika Yesus pernah berkata Tidaklah barang sesuatupun yang datang dari luar orang, serta masuk kedalamnya, dapat menajiskan dia, hanyalah barang yang keluar dari dalam orang itulah yang menajiskan.

Tafsiran Gereja telah jauh dari ajaran Allah yang sebenarnya, mereka menganggap bahwa Yesus telah menghalalkan segala makanan. Bagaimana mungkin? Taurat saja melarang Babi.

Mari kita lihat redaksi ayat diatas:
?Tidaklah barang sesuatupun yang datang dari luar orang, serta masuk kedalamnya, dapat menajiskan dia?

Ada tiga jenis najis dalam islam,(Mukhaladzah, Muhaffafah & Mutawasitah) tetapi semua najis tersebut bukan berupa sesuatu yang masuk kedalam perut. Melainkan SEGALA YANG KELUAR DARI DALAM PERUT itulah yang menajiskan.

Seperti kelanjutan sabda Yesus:
?hanyalah barang yang keluar dari dalam orang itulah yang menajiskan?.

Islam menetapkan segala yang keluar dari perut adalah najis, dan harus disucikan setika hendak sholat. Baik itu muntah, kencing, nanah, darah, dll. Semua yang keluar dari tubuh adalah MENAJISKAN. Inilah salah satu ajaran asli Nabi Isa yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad.

Masyhud SM menulis bahwa untuk lebih melindungi "umat kristen" agar bebas makan babi bahkan Lembaga Alkitab Indonesia pada tahun 1979 sampai perlu mengganti ayat Taurat dalam Perjanjian Lama dengan mengubah kata Babi menjadi Babi Hutan.
Bunyi Imamat 11:7 pada AlKitab tahun 1968 : Demikian juga babi, .... haram bagimu.

Sedang pada Al Kitab 1979 : Demikian juga babi hutan .... haram itu bagimu.

Dalam Bible versi Inggris (King James Version) pada Imamat (Leviticus) yang tertulis adalah PIG, yang terjemahannya adalah babi.

Latar belakang Lembaga Alkitab Indonesia yang telah mengganti kata "babi" dengan "babi hutan", adalah kiranya setelah para Pemuka agama di Lembaga Alkitab menyadari bahwa Yesus tidak pernah menghalakan babi dari adanya ayat Matius paragraf 5 diatas. Dan Yesus sebagai umat Yahudi (saat itu) yang berTuhan HANYA ALLAH, tidak pernah sekalipun mengkonsumsi babi.

Tentang EDIT yang dilakukan para pemuka agama di Lembaga Alkitab ini sudah pernah diramalkan Quran pada tahun 700-an M!!! (Firman Allah kepada Muhammad):
Apakah kamu mengharapkan mereka (Nasrani) percaya kepadamu. Padahal sungguh dari golongan mereka (pemuka agama) mendengarkan kalimat-kalimat Allah, kemudian mereka merubahnya (salah satunya; babi haram menjadi halal) setelah mereka mengerti dan mengetahui. (Quran Surat Baqarah : 75)

Amat saya memprihatinkan mengapa harus ada pemelesetan syariat yang sudah ditetapkan Tuhan.

Jika Anda Kristen adalah pengikut Yesus yang sejati seharusnya anda tidak makan babi. Karena Yesus sebagai kaum Bani Israil tidaklah pernah sekalipun mengkonsumsi babi (pork).

Ada apa dengan babi?
1) Mengapa para penyembah syetan yang mengharap kekayaan harus menjadi babi? (babi ngepet).
2) Mengapa riwayat ramalan Firaun (Ramses II) akan memasuki neraka dengan berkendara babi?
3) Mengapa ada ayat seperti ini:
"Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi (yang kira-kira 2000 jumlahnya) itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya." (Injil - Markus 5: 13).

HANYA ALLAH YANG MAHA TAHU ATAS SEGALA PERINTAH DAN LARANGANNYA.

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda