Minggu, 12 Oktober 2008

Paulus rubah Total ajaran Asli Yesus

Kebudayaan Yunani sangat berpengaruh luas di masyarakat tanah Yudea kala itu, yang sekarang Palestina. Negeri dimana Yesus dilahirkan dan menyebarkan ajarannya. Masuknya kebudayaan Yunani adalah akibat dari masuknya penjajah Romawi yang menguasai tanah Yudea. Mereka masuk, menjajah, tidak hanya merampok harta rakyat dan kekayaan alam tapi juga menyebarkan ideologi mereka ke masyarakat Yahudi. Yakni Pantheisme. 

Kalau kita pernah menonton film serial Hercules, disanalah gambaran tentang ajaran Pantheisme. Ajaran yang menyembah pada banyak tuhan. Ada yang disebut dengan Zeus, tuhan tertinggi, bapak semua tuhan. Ada Hera, istri Zeus, Ares tuhan perang, Aprodite tuhan kecantikan, dan masih banyak yang lain. Yang menarik disini, Zeus mengawini perempuan bumi dan melahirkan seorang anak laki-laki yang super kuat yang diberi nama Hercules. Dan dia dianggap sebagai penyelamat umat manusia. 

Mengapa disebut menarik, sosok pribadi Hercules ini sangat mirip dengan Yesus yang juga dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Memang kedatangan Yesus (Isa as) adalah untuk menyelamatkan umat manusia tapi bukan sebagai tuhan yang hidup ditengah manusia seperti halnya Hercules. Nabi Isa as hanyalah seorang manusia, utusan Allah, seorang nabi, seorang penunjuk jalan pada kebenaran yang diridhai Allah SWT. 

Tapi justru ajaran yang salah ini, bahwa Yesus adalah tuhan seperti halnya Hercules adalah tuhan, justru disebar luaskan oleh Paulus. Ajaran Yesus adalah menyembah pada Tuhan yang satu, Tauhid. Sedangkan ajaran Paulus adalah bentuk turunan dari ajaran Pantheisme, Paulus mengajarkan trinitas, tiga tuhan yakni bahwa ada Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan tuhan Roh kudus. 

Berikut adalah bagaimana sesungguhnya perbedaan ajaran Paulus dan Yesus sehingga dikatakan Paulus telah merubah total wajah asli ajaran Yesus. 

10 pokok beda ajaran Yesus dan Paulus : 

1. Ajaran Yesus : Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak pernah meminta disembah / dituhankan). 
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24) 

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3), (Yohanes 11:42) 

Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya....Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20) 

Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28) 



Ajaran Paulus : Yesus adalah Tuhan. 
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6) 
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9) 

NB: 
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan ketimbang dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa. 



2. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum Taurat justru meneruskan hukum Taurat. 
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17) 

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18) 

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20) 

NB: 
Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya. 


Ajaran Paulus : Kristen mengutuk hukum Taurat. 
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia 5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15). 



3. Ajaran Yesus : Laki-laki harus Khitan. 
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21) 

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11) 

Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12) , (Kejadian 17:13), (Kejadian 17:14), (Kejadian 21:4) 



Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan. 
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6) 

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)



4. Ajaran Yesus : Tidak ada dosa waris. 
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14) 

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20) 



Ajaran Paulus : Setiap orang mewarisi dosa Adam 
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12) 
NB: 
Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia (Galatia 3:13). 



5. Ajaran Yesus : Berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud. 
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17) 

Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan--seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)

Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39), (Bilangan 20:6), (Kejadian 17:2-3) 



Ajaran Paulus : bernyanyi di gereja. 
dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19) 

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16) 

NB: 
Menyanyi di gereja bukanlah ajaran Yesus, tetapi ajaran Paulus (Efesus 5:19). 



6. Ajaran Yesus : melarang hidup mewah di dunia. 
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20). 



Ajaran Paulus : Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen 
"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." (Efesus 4:28) 



7. Ajaran Yesus : meninggal dunia dibungkus kain kafan. 
Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59) 

Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40) 



Ajaran Paulus : meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati. 
Misalnya, meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur. 



8. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum rajam. 
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?" (Yohanes 8:5) 

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:7). 



Ajaran Paulus : Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen. 
Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas). 



9. Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash 
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38) 

mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24) 

patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20) 

Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki." (Ulangan 19:21) 



Ajaran Paulus : Membatalkan hukum Qisash, menjerumuskan dalam perbudakan. 
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:39-42) 



10. Yesus tidak membuat agama baru. 
Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas). 



Kristen adalah agama baru yang lahir setelah usaha penyaliban Yesus. 
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26). 

Menelaah Kisah Penyaliban Al Masih (bagian 2)

Benarkah Isa Al Masih alaihissalam meninggal di kayu salib? 

Tepat giliran Isa Al Masih, para serdadu Romawi ternyata tidak mematahkan kakinya, sebab mereka menyangka Isa Al Masih telah mati.

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,.. (Yohanes 19:32-33)

Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. (Markus 15:44)

Benarkah Isa Al Masih telah mati di kayu salib?. Itulah pertanyaan kritis, yang saat itu sempat membuat Pilatus Gubenur Romawi terheran-heran – lihat Markus 15:44 diatas. Berdasarkan catatan sejarah dan tinjauan sains, umumnya orang yang disalib baru mengalami kematiannya, minimal 2 hari dari saat orang yang bersangkutan disalib.

Kematian pada kayu salib baru bisa terjadi oleh dua hal yaitu :
1. Luka yang terinfeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa adanya perlindungan dari antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar keseluruh tubuh. Proses kematian kerena infeksi seperti ini, secara medis biasanya berlangsung sekitar 2 -3 hari
2. Mati karena kelaparan dan dahaga. Kematian pada kayu salib juga bisa terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh. Karena tidak adanya pasokan makanan, tubuh akan memobilisasi bahan simpanan makanan yang ada dalam tubuh. Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada dalam otot digunakan sebagai enerji siap pakai. Protein yang ada dalam otot akan berkurang sedemikian rupa, sehingga funsi sel pun akan terganggu dan akan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6 – 7 hari.

Dengan tinjauan medis seperti diatas, terbukti bahwa waktu 1 hari (saat itu hari Jum’at) belum cukup untuk membuat Isa Al Masih meninggal di kayu salib.
Disisi lain karena mengira Yesus sudah mati itulah seorang prajurit menikam lambungnya dengan tombak dan segera mengalir darah dan air.

tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. (Yohanes 19:33-34)

Pertanyaan kritis selanjutnya adalah, apakah mungkin orang yang telah mati mengalirkan darah jika terkena tikaman??, bukankah secara medis semua fungsi organ tubuh manusia sudah tidak berfungsi lagi ketika manusia tersebut dinyatakan telah mati???

Keluarnya darah dari organ tubuh yang ditikam secara medis menandakan masih aktifnya aliran darah dalam sistem peredaran orang tersebut dan itu berarti jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh masih berfungsi dengan baik. Masih berfungsinya jantung tersebut, menandakan bahwa seseorang masih hidup!!!

Telaah cermat dan onbyektif terhadap ayat-ayat Injil di atas membuktikan bahwa saat itu Isa Al Masih belum meninggal. Ia hanya pingsan. Dan, kondisi pingsan itulah yang dilihat oleh para serdadu/tentara Romawi sebagai kondisi (ingat, pada kejadian tersebut para serdadu Romawi hanya melihat, bukan memeriksa bahwa Isa Al Masih telah mati).

Penjelasan Al Quran tentang Penyaliban Isa Al Masih

Lolosnya Isa Al Masih dari pematahan kaki yang berarti tidak dilakukan pemastian kematian oleh serdadu Romawi, karena serdadu Romawi tersebut telah yakin bahwa Isa Al Masih telah meninggal adalah merupakan suatu pertolongan Allah SWT kepada hambaNya yang senantiasa menegakkan agamaNya. [u]Pingsannya Isa Al Masih telah dilihat oleh serdadu Romawi sebagai kematian Isa Al Masih.

Kronologis peristiwa yang diungkapkan oleh Injil justru menunjukkan bahwa saat itu Isa Al Masih belum meninggal. Namun kebenaran ini justru ditolak oleh umat Kristiani demi melanggengkan konsep Ketuhanan Yesus yang dirumuskan dalam Konsili Nicea 325 Masehi. Sebab konsep ketuhana itu mengharuskan adanya proses [b]evolusi Ketuhanan Yesus sebagai berikut :penyalian, mati, bangkit (hidup kembali), duduk di surga di sebelah kanan Allah (Markus 16:19), dan menjadi Tuhan.

Al Quran secara tegas dan gamblang menjelaskan bahwa Isa Al Masih tidak mati dibunuh di kayu salib.

DAN KARENA UCAPAN MEREKA : " SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MEMBUNUH AL MASIH , ISA PUTRA MARYAM , RASUL ALLAH " , PADAHAL MEREKA TIDAK MEMBUNUHNYA , DAN TIDAK PULA MENYALIBNYA , TETAPI YANG MEREKA BUNUH IALAH ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ISA BAGI MEREKA . SESUNGGUHNYA ORANG - ORANG YANG BERSELISIH PAHAM TENTANG PEMBUNUHAN ) ISA , BENAR - BENAR DALAM KERAGU - RAGUAN TENTANG YANG DIBUNUH ITU . MEREKA TIDAK MEMPUNYAI KEYAKINAN TENTANG SIAPA YANG DIBUNUH ITU , KECUALI MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA , MEREKA TIDAK PULA YAKIN BAHWA YANG MEREKA BUNUH ITU ADALAH ISA . TETAPI YANG SEBENARNYA , ALLAH TELAH MENGANGKAT ISA KEPADA - NYA . DAN ADALAH ALLAH MAHA PERKASA LAGI MAHA BIJAKSANA . (An Nisa 157 -158)

Menurut Prof Dr. Hasbullah Bakry, SH dalam bukunya “Isa dalam Al Quran Muhammad dalam Bible” menyatakan penafsirannya tentang QS 4:157 sebagai berikut :

[i]Kalimat “Ma qotaluhu wama sholabuhu” yang berarti : Meraka tidak secara khusus membunuhnya dan tidak pula menyalibnya haruslah diartikan sebagai penguat kaqlimat satu dengan yang lain. Ma qotaluhu artinya [u]mereka tidak membunuh Isa dengan jalan apa saja. Ma sholabuhu mereka juga tidak membunuhnya dengan penyaliban. 

Kalimat “Bar rafa ahullaahu ilaihi” yang berarti “Allah telah mengangkat Isa kepadaNya haruslah diartikan bahwa Allah tidak meninggalkan siapapun yang berjuang demi kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha baik seorang utusanNya.

Umat muslim harus yakin bahwa Isa Al Masih diselamatkan oleh Allah dari musuh-musuhnya. Bagaimana cara penyelamatannya, itu merupakan hak prerogative Allah Sang Khalik, Sang Maha Pencipta. Melalui ayat mengangkat Isa Al MAsih ke sisiNya, kiranya setiap manusia sadar bahwa betapapun kuat dan kuasa suatu kekuatan namun kemenangan pada akhirnya pasti diraih oleh kebenaran. Allah SWT tidak akan membiarkan hambaNya yang senantiasa menjalankan perintah dan ajaranNya – apalagi membiarkan dan menyia-nyiakan seorang rasulNya

Menelaah Kisah Penyaliban Al Masih AS (bagian 1)

Benarkah Isa Al Masih alaihissalam disalib dan meninggal pada kayu salib? Pertanyaan tersebut menarik untuk didiskusikan karena persoalan penyaliban akan membawa implikasi panjang pada aqidah umat. Sebab seperti kita ketahui, doktrin agama Kristen menegaskan bahwa Isa Al Masih yang oleh kalangan agama Kristen disebut dengan Yesus, meninggal di kayu salib. 

Yang dimaksud dengan implikasi panjang adalah, karena konsep penyaliban tersebut menjadi tonggak aqidah umat Krsiten tentang kenaikkan dan kebangkitan Yesus, yang pada akhirnya mengarah pada pengakuan akan ketuhana Yesus.

Nah Isa Al Masih, menurut fakta sejarah, memang mendapat hukuman salib. Hukuman itu diterimanya karena beliau dianggap menghujat Allah dengan mengatakan bahwa dirinya adalah anak Allah. (Matius 26:63-65)

Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.

Tetapi ketika diajukan ke wali negeri, Isa Al Masih dituduh makar, sehingga Pilatus bertanya Engkau raja orang Yahudi? (Matius 27:11-20

Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam." Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.

Marilah kita telaah sejarah itu secara obyektif dan komprehensif. Dalam Injil dijelaskan sebagai berikut : (Yohanes 19:14) “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas....“. 

Istilah Paskah sendiri berasal dari bahasa Ibrani, dari kata "pesah“ yang artinya : “melewati“. Upacara ini seperti dijelaskan dalam Perjanjian Lama sebenarnya dilaksanakan sebagai peringatan pembebasan bangsa Israel dari bangsa Mesir (Keluaran 12:23-28) :
Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu. Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini. Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini? maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah. Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka. 

Sedang dalam Perjanjian Baru, Yesuslah yang disebut-sebut sebagai “anak domba Paskah“ (I Korintus 5:7) :
“Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”

Dengan demikian menurut keyakinan Kristen sendiri Isa Al Masih harus disalib untuk menebus dosa umatnya sebagai akibat dari dosa yang diwariskan oleh Adam dan Hawa. Dengan penyaliban tersebut, maka manusia terbebas dari siksaan akibat dosa warisan tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya gereja menyatakan bahwa Paskah adalah hari Kebangkitan Yesus.

Dalam persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas, Pilatus selaku gubernur Romawi, memutuskan untuk menyerahkan Isa Al Masih kepada orang-orang Yahudi, agar disalib dibukit Golgota (Bukit Tengkorak). Maka Isa Al Masih dipaksa memanggul salib ke Bukit Golgota.

Setelah sampai di Bukit Golgota (Matius 27:46) “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Hari itu adalah hari persiapan Paskah dan besoknya adalah hari Sabat (Sabtu). Bagi umat Yahudi, hari Sabat adalah hari ketujuh, hari yang suci[/i dan Tuhan berhenti bekerja pada hari tersebut, sehingga orang Yahudi dilarang bekerja apapun [i]termasuk penyaliban (Keluaran 20:8-11), dan orang yang bekerja pada hari itu harus dihukum (Keluaran 31:12-14)

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.

Pada saat itu, waktu yang tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban, sebelum memasuki hari Sabat, tinggal 2.5 - 3 jam (ingat, bahwa pergantian waktu menurut tradisi Yahudi adalah terbenamnya Matahari, jadi bukan pada jam 00:00)

Terdesak oleh waktu, dan untuk mempercepat proses kematian orang-orang yang disalib tersebut orang-orang Yahudi ingin segera memastikan kematian dengan cara mematahkan kaki, yaitu meremukkkan kaki dengan batas bagian tempurung kaki kebawah.
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. (Yohanes 19:31)

Misteri penulis INJIL

Orang Islam percaya bahwa Al Kitab yang didalamnya juga terdapat Injil sudah tidak asli lagi. 
Mereka buta, tidak mengetahui Al Kitab kecuali hanyalah dongengan belaka dan mereka hanya mengira-ngira. (Quran Surat Baqarah : 78) 

Ternyata kita temukan dalam Injil sendiri adanya isyarat bahwa penulis Injil yang sekarang beredar di toko-toko buku itu : 

- bersumber pada cerita orang / kabar burung / isu. 

- tidak ada peranan roh kudus 

Inilah buktinya : 

Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman. Karena itu setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dnegan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. (Lukas 1:1-4) 

Dari Injil Lukas terbukti bahwa dia menuliskannya setelah menyelidiki jadi bukan diwahyukan Roh Kudus.

karena dia mengumpulkan cerita / kabar burung maka tentu saja cerita bisa benar bisa salah, ingat peribahasa " titip uang bisa kurang, titip cerita bisa nambah".

Karena keanehan ini, tidak mustahil Injil / Kumpulan Cerita versi Lukas berbeda dengan cerita versi Matius dan juga kumpulan cerita versi Markus maupun Yohanes.

Matius menulis

Yesus berkata "janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu, janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, jangan kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat.." (matius 10:10)

Markus menulis

Yesus berkata "jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki tapi jangan memakai dua baju. (Markus 6:8-10)

Perbedaan yang lain meliputi jumlah malaikat yang menjaga kuburan, jumlah perempuan yahudi yang pergi kekuburan dan lain-lain. Klik disini.

Sedangkan dari Injil Yohanes secara aneh pembaca akan dibingungkan dengan kata kita atau terjemahan Bible Inggrisnya adalah we. Apakah yohanes menyuruh Yahudi lain menuliskannya? Terus siapa? mengapa Yohanes tidak memeriksanya lagi? 

Ataukah memang benar sesuai pernyataan Lukas bahwa penulis Injil bersumber dari cerita / kabar burung yang beredar?

Dialah murid yang memberi kesaksian tentang semua ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu bahwa kesaksiannya benar. (Yohanes 21:24) 

***

Ya keanehan, ya saling berbeda satu sama lain telah diakui oleh Peneliti dari kalangan Kristen sendiri.

DR. Stras 1835 dalam Life of Jesus, menulis bahwa

semua peristiwa yang berkenaan dengan biografi Yesus pada semua Injil dikutip dari khurafat (cerita) kaum penyembah berhala 

Prof Dreioz dari Jerman, Courtso dari prancis, Prousber, Vitoris, Matcheoru mengatakan Yesus hanyalah nama seorang pribadi khayalan belaka.

Virar dalam life of Christ, menulis bahwa kelahiran yesus tidak dikenal dalam sejarah.

Sementara Encyclopedia Britanica mengkritik keras riwayat injil yang menetapkan malam kelahiran yesus pada akhir tahun yang dihadiri para penggembala. kritikan itu mempertanyajkan bagaimana hal itu bisa terjadi lha wong pada bulan Desember di palestina turun hujan lebat.

(sumber : Ahmad Idris, Sejarah Injil dan Gereja, Gema Insani Press, 1991).

***

Tentang dongeng penyembah berhala silahkan baca dibawah ini :

Christopher Isherwood dalam terjemahan Upanishads menulis :

Sri Krisna disebut sebagai Kristus Hindu. sebenarnya terdapat persamaan-persamaan yang menyolok antara riwayat hidup krisna dalam Bhagavatan dan dalam kitab suci lkaoinnya dengan riwayat hidup yesus dari nazaret. Dalam kedua kasus tersebut, dongeng telah bercampur baur dengan kenyataan.

Swami dalam bukunya Warum, mengenai kehidupan yesus berkata :

Ajaran inkarnasi tuhan (Yohanes 1:14) logos atau firman, adalah salah satu teoriHindu-Arya dan orang hindu percaya bahwa banyak inkarnasi telah terjadi dan masih akan terjadi. Teori logos / firman / anak tuhan datang dari India melalui yunani dan melalui penulisan filsofYunani seperrti Heraklitus, Plato dan neo-plato. Sebagaimna dalam penulisan philo dan pengikut-pengikutnnya, keempat penulis injil menulis hal tersbut dalam kitabnya, sehingga ajaran ini diambil oleh gereja sebagai ajaran dasar.

Tentang kematian Yesus yang mirip dengan kematian Budha, Th. J Plange dalam buku "Christus ein Inder?" menulis :

Budha wafat dalam usia delapan puluh tahun. pada saat wafatnya terjadilah gempa bumi, meteor jatuh, matahari kelam, langit bergemuruh.

Bandingkan dengan Matius 27:51 tentang matinya Yesus.

dan Lihatlah tabir suci terbelah, dan terjadilah gempa bumi dan bukit batu terbelah.

(Sumber : dalam KH. Abdullah Wasi'an "100 Jawaban Untuk Misionaris", Pustaka Dai, 1999)

 
 

Paulus dan sejarah Gereja

Tahun 306 M merupakan tahun keemasan dalam sejarah gereja. Pada waktu itu Konstantin I memegang tampuk pemerintahan kaisar Romawi. Kemudian ia menganut agama Masehi dan menjadikannya sebagai agama resmi negara, dengan demikian tergenggamlah kekuasaan agama dan dunia dalam satu waktu, sehingga menjadikan pemerintahan Romawi sebagai pemerintahan Kudus. Pada waktu itu, urusan Gereja diserahkan kepada lima orang pastur besar yang dinamakan Patriarch atau Paus-paus. Mereka bekerja di bawah pemerintahan pastur2 kecil lainnya. 

Orang pertama yang menyusun dengan rapi sistem kepausan dan ikut mendukungnya adalah Gregory I (540-609 M). Ketika pengaruh gereja makin luas, Paus diangkat sebagai sumber kekuasaan agama dan dunia, dan menerima kekuasaan tak terbatas. Melanggar titah dan perintahnya adalah dosa besar (diktator). Ia mempunyai hak dalam menyusun undang-undang, para kaisar tidak memiliki jalan lain, selain takluk dan tunduk kepadanya. Semua orang tunduk dalam masalah agama dan dunia kepada lapisan pastur dan susunan kepegawaian. Mereka seperti bentuk sebuah piramida dan Paus berada di puncaknya. Peristiwa ini terjadi hingga sampai menimbulkan pertentangan antara PAUS & ILMUWAN. 

Terhadap peristiwa ini, Paus bukannya mengambil hikmah dan mamfaat terhadap Ilmu Pengetahuan dalam mengatur tatanan dan manajemen, tetapi ia justru menangkapi semua orang yang berbicara tentang sistem ilmu tsb karena dianggap bertentangan dengan faham agama yang non-exacta. Paus menghukum orang2 yang dicurigainya itu dengan sadis, buas dan ganas. Paus mengadakan pengadilan pengusutan (tahun 1478 M) untuk memata-matai dan mengusut orang2 yang dicurigai. Mereka ditangkap dan dihukum dengan berbagai macam hukuman yang berkisar antara denda uang dan hukuman bakar hidup-hidup. Mahkamah2 ini sudah menjatuhkan hukumannya kepada 340.000 orang (antara 1481-1808). Lebih kurang 32.000 orang yang dihukum bakar hidup-hidup! 

Dalam kurun waktu 18 tahun, Pater Tarqui Mida telah membakar hidup sekitar 210.220 orang dan menghukum dengan hukuman yang lain sekitar 97.000 orang. Bahkan mayat orang mati itu tidak diperlakukan dengan wajar. Mereka malah menghina 6.860 mayat para ilmuwan dan filsuf yang dihukum bakar hidup2 itu. 

Meskipun Paus sudah berupaya dan bertekad memadamkan sinar ilmu pengetahuan, namun sinar ilmu pengetahuan semakin terang pancaran cahayanya. Akhirnya dikeluarkanlah peraturan baru pada tahun 1515 M, yakni melarang terbitnya buku apapun, sebelum mendapat persetujuan dari Gereja. Setiap orang yang mencetak atau menjual buku dengan begitu saja akan dijatuhi hukuman mati. Seperti Kisah GALILEO yang mati dalam penjaranya karena menyatakan bumi itu bundar, dan dibakarnya BRUNO yang menyatakan adanya planet-planet lain, selain dari bumi dsb. 

Kepemimpinan dan akhlak gereja merosot drastis, Paus sudah menjelma menjadi musuh Ilmu Pengetahuan dan gereja ditegakkan diatas kemusyrikan. Maka meratalah dekadensi moral keseluruh lapisan masyarakat. Penyakit SYPHILIS bahkan menjalar menjangkiti banyak orang, termasuk PAUS LEO X sendiri! 

Walhasil semua bentuk kerendahan budi pekerti dan akhlak sudah menjadi ciri kehidupan dan pergaulan pada masa itu. Semua bentuk keluhuran nilai dan moral hancur luluh. Petaka itu terlebih dahulu menimpa para ahli agama, sebelum penyakit itu menyerang masyarakat awam, padahal masyarakat itu berkeyakinan bahwa Paus adalah Mandataris Allah dan wakil Isa Almasih. Keputusan2nya selalu dianggap benar dan tidak boleh dibantah. Ia menggugurkan dosa dan menanggalkan kesalahan orang dengan kesuciannya bagi yang tergelincir jatuh kedalam dosa. 

Perkembangan akidah semacam ini mencuat cepat. Hal ini memaksa Paus membuat Akte Pengampunan yang dimulai dengan pengumuman Paus Erien II dalam Perang Salib atas restu Paus Urban II (1088-1099M) dari Vatikan, Siapa yang tidak dapat ikut langsung dalam peperangan ini, hendaknya mengirimkan seorang wakilnya, maka Paus akan memberinya Akte Pengampunan yang bisa menyelamatkan di hari Kiamat kelak. 


Ketika Paus Leo X ingin membangun gereja suci Paulus di Roma, dalam pembangunannya memerlukan dana, maka mulailah ia mengobral akte-akte semacam itu dan ternyata laris. Kemudian mereka mengembangkannya lagi dengan menyatakan Akte Khusus dengan harga tertentu. Bunyi akte itu sbb: 

"Atasmu rahmat Tuhan Yesus Almasih mengampuni kamu dengan rahmatnya semua dosamu, dan saya mengampuni dosamu berdasarkan mandat yang diberikan Yesus dan muridnya, Petrus dan Paulus yang pertama tentang semua perbuatanmu melanggar gereja bagaimanapun bentuknya, kemudian semua pelanggaran atau kesalahan bagaimanapun besarnya. Saya akan angkat semua rintangan yang sudah ditetapkan menimpamu karena dosa2mu di neraka, sehingga apabila kamu mati tertutup semua pintu nereka bagimu dan terbuka semua pintu sorga bagimu dengan nama Bapa, Anak dan Roh kudus. "

Setelah itu diletakkanlah daftar harga bagi semua dosa dan kesalahan. Tiap2 agen penjual akte menyimpan selembar salinannya dan aslinya terpampang di Gereja. Dalam daftar itu disebutkan bermacam2 dosa berikut harga Akte Pengampunannya, antara lain: 

Menggugurkan Kandungan 3 Shilling dan 6 pence 
Mencuri 9 Shilling 
Memperkosa seorang Gadis 9 Shilling 
Berzina 7 Shilling dan 6 pence 
Membunuh 7 Shilling dan 6 pence 

Lelucon ini tidak hanya mengenai dosa orang2 yang masih hidup. Dosa2 orang yang sudah mati pun bisa dibelikan akte pengampunannya untuk mensucikan dosa-dosanya. Selain itu, tersebar pula iklan yang digantung dimana2 yang berisi anjuran agar segera membersihkan dosa-dosanya dengan membeli akte tsb. Dengan demikian banyaknya akte tersebut diperjual belikan, maka semakin banyak pula tindak kejahatan dan maksiat, karena semua dosa dapat ditebus dengan harga yang relatif murah. Maka masa pemerintahan gereja merupakan masa yang paling BURUK dalam sejarah kejahatan. Masa itu merupakan masa percontohan merajalelanya berbagai jenis kejahatan, kekacauan, kezaliman dan dekadensi moral karena tidak lagi adanya rasa takut bagi masyarakat pada saat itu untuk berbuat jahat, karena segala kesalahan dapat ditebus hanya dengan membeli akte. (Manken dalam bukunya Treatise on Right on and Wrong on hal.187-198). 

Belum termasuk aib yang menimpa para biarawati menjadi sasaran affair para rahib (Lihat di Encyclopedia of Religion and Ethics yang berkenaan dengan uraian khusus tentang kerahiban dan akidah agama Masehi dan Arnold Toynbee dalam The Study of History). Karena bagaimanapun manusia tidak dapat menentang kodrat alami manusia yang diberikan Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, saling mencintai dan membutuhkan pasangan hidup. (Untuk referensinya silahkan cari buku yang berjudul Sex Lives of the Popes ditulis oleh Nigel Cawthorne). 

Akibat merosot dan jatuhnya gereja, orang mulai tidak senang bahkan membenci gereja dengan berbagai keputusan-keputusannya yang aneh dan cenderung zalim. Peristiwa ini berlanjut cukup lama, sehingga keyakinan orang mulai goyah dan kepercayaan terhadap Paus sudah punah. Akhirnya terjadilah gerakan-gerakan REFORMASI dibawah pimpinan tokoh2 revolusioner, antara lain: 

1. Pieter Waldoe : Ia populer pada akhir abad XI Masehi. Ia seorang pedagang di Perancis, lagi kaya raya. Cintanya pada agama luar biasa, sehingga ia mulai menerjemahkan Injil. 
2. John Touler (1290-1361 M) 
3. John Wicelif : Dia adalah seorang Pastur Inggris (1320-1384). Ia mengajar di Universitas Oxford, tapi kemudian ia berontak terhadap gereja. Ia mengatakan bahwa Paus sendiri bergelimang dosa dan kesalahan. Maka Paus tidak berhak mengajar agama kepada orang lain. Namun hidupnya berakhir dengan hukuman 13 tahun penjara dan setelah mati mayatnya dikeluarkan dari dalam kubur lalu dibakar. 
4. Martin Luther: 
Tgl 21 Oktober 1517 M merupakan hari penting dalam sejarah Gereja. Pada waktu itu Martin Luther mengumumkan revolusinya terhadap Paus di Roma setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang pola kehidupan Paus. Gerakan Martin Luther membangkitkan revolusi bangsa Jerman terhadap Paus. Mereka mendukung pikiran Martin. Ketika Paus Roma melihat kekuasaannya sudah mulai terancam runtuh, pada tahun 1520 ia mengeluarkan pengumuman dan memandang akidah Martin Luther sebagai akidah buruk yang ke 41. Ia minta kepada semua orang untuk membakar buku-buku si kafir dan atheis. 

Dan dari dukungan2 berbagai pihak kepadanya maka terbentuklah suatu golongan baru yang memisahkan diri dari gereja Katolik dan mendirikan gereja baru, yakni GEREJA PROTESTAN. 

5. Zoungely adalah salah satu penyebar gerakan reformasi yang dilancarkan oleh Martin Luther. Ketika kunjungannya ke Roma, dia menyaksikan sendiri penyelewengan yang dilakukan Paus dan gereja katolik. 
6. John Calvin mendirikan gereja baru sendiri dengan nama Reformed Church, lain dengan Gereja protestan. Disamping dalam gerejanya terbentuk faham2 baru. 
7. John Nuks: Ia melihat dari dekat bahwa ternyata para Paus itu jiwanya sudah jauh dari agama, akhlaknya bobrok, tingkah lakunya banyak menyimpang, mereka serakah dan rakusnya tidak terperikan. Kemudian dia ditangkap, dipenjara, disiksa dan diasingkan selama 17 tahun. Tapi ia dibebaskan atas permintaan Raja Edward VI. 

Terbentuknya Gereja adalah identik dengan Katolik, sedangkan gereja dalam kejayaannya cenderung seperti diktator dan penentu segala keputusan, hukum2 maupun faham2 dogmatis yang berujung dengan berbagai penyimpangan seperti terurai diatas, Para reformer hanya sekedar memprotes segala tindak tanduk penyimpangan Gereja dan sedikit merubah dari faham-faham hasil keputusan Gereja, padahal sudah jelas bahwa akibat terlalu banyak bersandar kepada keyakinan petunjuk Roh Kudus yang datang dengan sendirinya(Dan bukan berdasarkan petunjuk/hukum agama yang sudah ditetapkan) maka kuasa roh jahat (syetan) pasti akan menuntun, tidak peduli orang suci macam manapun dia. 

Bagaimana kita dapat mempercayai suatu agama yang berkembang 3 abad setelah kenabian Isa. Dari segi geografis saja sudah dapat memungkiri. Bagaimana mungkin Nabi Isa yang berlokasi di Timur Tengah namun ajarannya berkembang dari Eropa (Roma, Italia)? Belum lagi dari segi nama yang bermula Isa menjadi Jesus, Yahya menjadi Yohanes dll. Termasuk nama pendiri agama Kristen sendiri yang berawal Syaul menjadi Paulus?

Ajaran Paulus yang banyak mengandung mithos-mithos Yunani ini ternyata banyak sekali mendapat dukungan, dari orang-orang sekitar Mediteraan, Laut Tengah. 

Ia antaranya didukung oleh Ireneus (150 - 202 M), Tertulianus (155 - 220 M) Origens (185 - 254 M) dan Anthanasius, yaitu Bapak yang melahirkan Trinitas yang hidup sekitar tahun 298 - 377 M, yang ikut memelopori Trinitas dalam sidang dikota Nicea tahun 325 M. 

Di belakang Anthanasius berdiri pula Santo Agustinus (354 - 430) dan Gregoryus Nyssa (335 - 394 M). Mereka, pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan berunding, bagaimana memecahkan persoalan Tuhan itu tiga tetapi satu. 

Maka tidaklah heran kita bila kemudian mendengarkan adanya konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Epesus, konsili Alexandria dll, dimana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu "perkembangan baru dari Tuhan," seperti pelenyapan Injil-injil yang asli, pelarangan padri-padrinya kawin dan seterusnya. 

Dalam zaman seperti yang saya sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu lahir pula golongan-golongan Nestorius (388-440 M) dan Arius (270-350 M). 
Kedua golongan ini terkenal gigihnya menentang ajaran Paulus, sambil tetap berkeyakinan bahwa tiada lain yang disembah melainkan Allah yang Maha Esa, dan pertentangan mereka inilah yang akhirnya menimbulkan perburuan manusia yang tiada taranya, dimana lawan-lawan ideologinya dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda ataupun dihukum pijak oleh gajah. 

Pemerintah Romawi melihat adanya suatu kericuhan-kericuhan didalam negerinya, tidaklah tinggal diam. Kericuhan-kericuhan agama ini bila dibiarkan, kemungkinan besar akan menimbulkan suatu hal-hal yang lebih besar dan berbahaya pula. Itulah sebabnya maka pada tahun 326 M, kaizar Konstantin yang Agung segera mengadakan musyawarah atau konsili dikota Nicea, dimana golongan-golongan Tertulianus, Origenes, Anthanasius dipertemukan dengan golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang seangkatan dengannya. Gagasan Kaisar mungkin kurang ditanggapi oleh ummat, maka dari undangan yang datang ternyata belum setengahnya. 

Didalam perdebatan itu, mereka terpecah dua, yaitu golongan-golongan yang mempertahankan Yesus sebagai manusia, dan golongan golongan yang mempertahankan Yesus sebagai Tuhan. 

Berhubung tidak adanya kata sepakat, maka kaisar mengambil keputusan (dekrit?) bahwa Yesus adalah Tuhan dan manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia. Gagasan ini diterima hanya dengan 2 suara, sedang penolaknya 10 suara. Berhubung yang 2 suara ini lebih dekat dengan selera kaisar, maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara inilah yang menang, yaitu mereka yang menerima gagasan Tuhan manusia terhadap diri Yesus. Kaisar kemudiannya mengadakan suatu dekrit umum bahwa semua orang harus menerima gagasannya itu. 

Maka mulailah disini penjagalan manusia besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak ajaran Yesus Tuhan dan manusia dibunuh dengan bermacam-macam cara yang keji. Belakangan ternyata pula, kaisar Konstantin raja Romawi yang kafir itu masuk Kristen, dan kemungkinan mulai tahun-tahun inilah Kristen itu mulai lahir, dalam suatu bentuk yang bernama: Katolik yang artinya Umum. 

Konsili I ini rupa-rupanya belumlah dapat menampung segala aspirasi ummat. Maka mereka kemudian mengadakan Konsili II dikota Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi bahwa Anak adalah Homo Osius dengan Bapa (Creator). 

Didalam Konsili II ini pula mereka menambahkan materi Rokhulkudus sebagai oknum ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah Tuhan Allah Bapa, dan Anak serta Rokhulkudus. Didalam tahun-tahun inilah kemungkinan besar orang mulai menambah-nambah Injil Matius dengan tulisan: Pergilah keseluruh dunia baptiskanlah seluruh bangsa dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus (Matius 28:10). 

Konsili ke-III diadakan dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili inilah dikeluarkan perintah untuk mengutuk ajaran-ajaran Nestorian dan Arianisme yang bidaat itu. Merekapun mengeluarkan pernyataan perang terhadap Injil, dimana seluruh Injil-injil yang asli dimusnahkan atau diapokratipkan. Sebagaimana kita mengetahui, semasa Yesus hidup ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari menuliskan khutbah-khutbah dan ajaran-ajarannya sebab pada zaman itu memang alphabet telah ditemukan. Murid-murid Yesus ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam Injil. Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian hari kita kenal telah dibukukan dengan nama Injil, yang dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti: (1) Injil Markion, (2) Injil Mesir, (3) Injil Eva, (4) Injil Yudas, (5) Injil Nicodemus, (6) Injil Thomas, (7) Injil Barnaba, (8) Injil Matius, (9) Injil Yosepus, (10) Injil Duabelas, (11) Injil Kebenaran, (12) Injil Maria, (13) Injil Yesus, (14) Injil Andreas, (15) Injil Pilipias, dan lain-lainnya

MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS 

Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya itulah yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu. Lukas misalnya, ia adalah dokter pribadi dari Paulus. Ia dalam menulis Injil, dengan sendirinya kemasukan pula ajaran-ajarannya Paulus. Ini bisa dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenal. Matius menulis Injilnya berdasarkan pula kepada Ur Markus, jadi Matiuspun menjiplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada. 

Lalu bagaimanakah dengan Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian Jarnawi Hadikusumo dalam bukunya: Tinjauan sekitar Perjanjian Lama & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya kurang lebih: 1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebab isi dan sejarahnya lain sekali. Menurut keyakinan Kristen, Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih. (Yahya 13:23 dan 21:20). 

Oleh karena itulah maka kepercayaan Kristen, penulis Injil Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang duabelas itu. 2. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya bin Zabdi telah dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru ditulis sekitar tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan besar sekali ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang Jum'at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuaykan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Demikian juga keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H. Bavink dalam kitabnya yang bernama: "De Weg Van Gods Koninkrijk." 

Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M, tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus, paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur, akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani, dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan Helenisme. 

dan terdorong oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai kepada Tauratnya sekalipun. 

PRIBADINYA Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan iawaban sebagai berikut: 
1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)
2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2) 
3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)

AJARAN-AJARAN PAULUS Didalam ia membawakan ajarannya, maka ia, Paulus, mengajarkan sesuatu yang dirasakan oleh masyarakat sangat baru. Kesimpulan ajaran-ajarannya ialah: 

1. Ia mengajarkan bahwa Tuhan bukan satu tetapi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak. (I Korintus 1:3) 
2. Yesus adalah juga Allah yang sama dan sehakekat denganNya. (sda) 
3. Yesus telah disalib, mati dan dikuburkan, bangkit pula pada hari yang ketiga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha kuasa. Ia disalib adalah untuk menebus isi dunia ini, sebab sekaliannya telah berdosa, tidak ada seorangpun yang dibenarkan lagi, termasuk dia sendiri dan nabi besar Muhammad s.a.w. (Rum 3:10, Rum 5:8, Galatia 1:4) 
4. Ia, Paulus, mengajarkan bahwa hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, sejak penyaliban Yesus di bukit Golgotha. Ia kemudian berpendapat, bahwa hukum Musa adalah sebenarnya sumber segala dosa, dan suatu kutukan yang tiada taranya. (Rum 4 :15, Galatia 3:10, Galatia 2:21). Didalam Galatia 5:4 ia mengatakan: Maka kamu yang hendak dibenarkan oleh Taurat Musa itu, sudah diceraikan daripada Kristus. Juga dalam Rum 7:6, Galatia 3:24 dan 25, Rum 10:4 : Ia menekankan bahwa Kristus Yesus itulah penyudah atau penammat Taurat. 
kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah rasul-rasul 10:10-15)

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda