Minggu, 12 Oktober 2008

Misteri penulis INJIL

Orang Islam percaya bahwa Al Kitab yang didalamnya juga terdapat Injil sudah tidak asli lagi. 
Mereka buta, tidak mengetahui Al Kitab kecuali hanyalah dongengan belaka dan mereka hanya mengira-ngira. (Quran Surat Baqarah : 78) 

Ternyata kita temukan dalam Injil sendiri adanya isyarat bahwa penulis Injil yang sekarang beredar di toko-toko buku itu : 

- bersumber pada cerita orang / kabar burung / isu. 

- tidak ada peranan roh kudus 

Inilah buktinya : 

Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman. Karena itu setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dnegan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. (Lukas 1:1-4) 

Dari Injil Lukas terbukti bahwa dia menuliskannya setelah menyelidiki jadi bukan diwahyukan Roh Kudus.

karena dia mengumpulkan cerita / kabar burung maka tentu saja cerita bisa benar bisa salah, ingat peribahasa " titip uang bisa kurang, titip cerita bisa nambah".

Karena keanehan ini, tidak mustahil Injil / Kumpulan Cerita versi Lukas berbeda dengan cerita versi Matius dan juga kumpulan cerita versi Markus maupun Yohanes.

Matius menulis

Yesus berkata "janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu, janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, jangan kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat.." (matius 10:10)

Markus menulis

Yesus berkata "jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki tapi jangan memakai dua baju. (Markus 6:8-10)

Perbedaan yang lain meliputi jumlah malaikat yang menjaga kuburan, jumlah perempuan yahudi yang pergi kekuburan dan lain-lain. Klik disini.

Sedangkan dari Injil Yohanes secara aneh pembaca akan dibingungkan dengan kata kita atau terjemahan Bible Inggrisnya adalah we. Apakah yohanes menyuruh Yahudi lain menuliskannya? Terus siapa? mengapa Yohanes tidak memeriksanya lagi? 

Ataukah memang benar sesuai pernyataan Lukas bahwa penulis Injil bersumber dari cerita / kabar burung yang beredar?

Dialah murid yang memberi kesaksian tentang semua ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu bahwa kesaksiannya benar. (Yohanes 21:24) 

***

Ya keanehan, ya saling berbeda satu sama lain telah diakui oleh Peneliti dari kalangan Kristen sendiri.

DR. Stras 1835 dalam Life of Jesus, menulis bahwa

semua peristiwa yang berkenaan dengan biografi Yesus pada semua Injil dikutip dari khurafat (cerita) kaum penyembah berhala 

Prof Dreioz dari Jerman, Courtso dari prancis, Prousber, Vitoris, Matcheoru mengatakan Yesus hanyalah nama seorang pribadi khayalan belaka.

Virar dalam life of Christ, menulis bahwa kelahiran yesus tidak dikenal dalam sejarah.

Sementara Encyclopedia Britanica mengkritik keras riwayat injil yang menetapkan malam kelahiran yesus pada akhir tahun yang dihadiri para penggembala. kritikan itu mempertanyajkan bagaimana hal itu bisa terjadi lha wong pada bulan Desember di palestina turun hujan lebat.

(sumber : Ahmad Idris, Sejarah Injil dan Gereja, Gema Insani Press, 1991).

***

Tentang dongeng penyembah berhala silahkan baca dibawah ini :

Christopher Isherwood dalam terjemahan Upanishads menulis :

Sri Krisna disebut sebagai Kristus Hindu. sebenarnya terdapat persamaan-persamaan yang menyolok antara riwayat hidup krisna dalam Bhagavatan dan dalam kitab suci lkaoinnya dengan riwayat hidup yesus dari nazaret. Dalam kedua kasus tersebut, dongeng telah bercampur baur dengan kenyataan.

Swami dalam bukunya Warum, mengenai kehidupan yesus berkata :

Ajaran inkarnasi tuhan (Yohanes 1:14) logos atau firman, adalah salah satu teoriHindu-Arya dan orang hindu percaya bahwa banyak inkarnasi telah terjadi dan masih akan terjadi. Teori logos / firman / anak tuhan datang dari India melalui yunani dan melalui penulisan filsofYunani seperrti Heraklitus, Plato dan neo-plato. Sebagaimna dalam penulisan philo dan pengikut-pengikutnnya, keempat penulis injil menulis hal tersbut dalam kitabnya, sehingga ajaran ini diambil oleh gereja sebagai ajaran dasar.

Tentang kematian Yesus yang mirip dengan kematian Budha, Th. J Plange dalam buku "Christus ein Inder?" menulis :

Budha wafat dalam usia delapan puluh tahun. pada saat wafatnya terjadilah gempa bumi, meteor jatuh, matahari kelam, langit bergemuruh.

Bandingkan dengan Matius 27:51 tentang matinya Yesus.

dan Lihatlah tabir suci terbelah, dan terjadilah gempa bumi dan bukit batu terbelah.

(Sumber : dalam KH. Abdullah Wasi'an "100 Jawaban Untuk Misionaris", Pustaka Dai, 1999)

 
 

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda